Jeda Sejenak


Sudah berapa banyak langkah yang harus dikejar, ritme dunia yang didengarkan, dan penggalan kalimat yang harus diingat? Berapa banyak rasa yang telah ditekan dan mengendap lama hingga tidak pernah muncul di atas permukaan? Sudah terlalu banyak nama yang disimpan hingga kita mati rasa secara perlahan. Rupanya, kita harus mulai terbiasa dengan hidup tanpa acuan di mana kata Tuhan bermakna lebih dari hanya sekedar ajaran.

Apa lagi yang dicari saat kita sebenarnya sudah cukup dengan apa yang ada di genggaman jemari? Untuk apa terus menerus berlari saat tidak ada kata jaminan akan esok hari? Mungkin, ini saatnya kita berhenti dan mulai memberi waktu untuk benar-benar memahami. Ini waktu yang tepat untuk mengintip kembali inti diri tanpa mendengar kata dari sana-sini. Kita hanya perlu diam tanpa melihat ke kanan atau ke kiri.

Perlukah hidup kita menjadi simetri?
Kita terkadang lupa bahwa hidup tidak sama dengan pemahaman teori.

Kita terjebak dalam waktu yang beranjak menahun, tanpa benar-benar memahami makna dari kata terbangun. Tidak perlu selalu menunggu di depan pintu seperti itu, apa yang menjadi milikmu akan selalu sampai tepat waktu, walaupun tidak ditunggu. Harusnya kita tidak menjadi rapuh akan keputusan Semesta yang membuat kita bersimpuh. Tunggu dulu. Memang masih jauh dan memerlukan waktu tempuh, tapi itu semua mengajarimu untuk tetap merasa penuh dan utuh.

Tidak, tidak ada yang namanya jalan buntu.
Semesta hanya belum membukakan beberapa kartu untukmu.

Maka, apalagi yang dikejar? Berilah waktu sebentar untuk kita belajar daripada mencoba untuk terus menjadi sejajar. Berilah ruang untuk bernapas setelah beberapa kali kita merasa terhempas. Kadang hidup ini tidak perlu sebuah kompas, kita hanya perlu berani melepas.

Untuk saat ini, bertahanlah di tengah rasa patah yang tanpa arah. Pada akhirnya, semua akan reda dan kembali seperti semula. Jika tidak, kita akan menjelma dewasa dan kaya rasa. Kita tidak perlu lagi meminta sebuah tanda dari Semesta. Kita tidak perlu memahami mengapa hati ini bisa retak atau bahkan berhenti berdetak.

Yang kita butuhkan hanyalah sedikit waktu untuk jeda sejenak.

0 comments